Pos 4 Souvenir Perjalanan Wisata Bawah Laut (Karakter Moral Ibu Profesional)

Pos 4 Souvenir Perjalanan Wisata Bawah Laut (Karakter Moral Ibu Profesional)

Pos 4 Perjalanan Wisata Bawah Laut

Akhirnya sudah di POS terakhir pra bunsay.. Pos 4 , disini WI Dyas Purnamasari membahas tentang Karakter Moral Ibu Profesional. Menurut Linckona (1992) ada 3 komponen karakter baik, yaitu :
Moral Knowing (hal penting yang harus dipahami), Moral Feeling (aspek emosi yang harus terus diasah), dan Moral Action (tindakan nyata yang perlu dilatih).
Dalam moral Knowing ada aspek “knowing moral value”, lalu apa moral value Ibu Profesional. Sebenarnya ini sudah dipelajari saat matrikulasi tapi ketahuan banget pas matrikulasi sekedar dibaca dan dikerjakan tapi nggak dipahami dan tidak benar2 dilakukan dengan benar.
Moral Value Ibu Profesional ada 5
1. Never Stopped Running the Mission a Live : jangan pernah menyerah, teruslah melangkah biarkan rasa lelah itu kewalahan mengikuti jejak langkah kita.
2. Don’t teach me, I love to learn : jangan selalu tergantung dengan guru, fasilitator, widyaiswara, atau siapapun pemateri, mereka hanyalah pemantik dan teman belajar. Kamu bisa belajar bersumber dari mana saja.
3. I know, i can be better : selalu jadilah versi terbaik dirimu … Jadilah lebih baik dari hari kemarin.
4. Always on time
5. Sharing and caring : sekecil apapun kebaikan akan ada balasannya.

Dan tugas kali ini adalah menganalisis tantangan dalam capaian belajar bunsay nantinya, dan ini tantanganku dan solusi versiku agar tercapai semua capaian belajar di bunsay.

1. Tantangan untuk on time, selalu dan selalu jadi masalahku. Untuk tantangan ontime ini aku akan perbaiki kandang waktuku. Agar setidaknya dari pukul delapan sampai waktunya Danesh tidur siang, aku tidak sambil mengerjakan pekerjaan domestik. Dan harus bisa memasak makan malam sebelum sholat Maghrib. Agar nantinya habis sholat isya’ Danesh bisa main dengan papanya dan aku bisa mengerjakan jurnal harian bunsay.
2. Tantangan malas dan lalu rebahan scroll sosmed dan lalu lupa waktu, tantangan ini harus aku berantas dengan karakter “I know I Can Be Better” selalu ingat bahwa aku harus jadi lebih baik dari kemarin. Nggak akan jadi lebih baik kalau aku kerjaannya cuma scroll medsos. Aku harus kasih batas waktu dalam scroll medsos. Misal kasih timer 20 menit saat awal membuka hp di waktu senggang.
3. Tantangan tugas kepengurusan IP, tugas kepengurusan IP harus aku kerjakan di hari Sabtu dan Minggu.. setidaknya harus menyelesaikan 5 konten untuk 1 Minggu kedepan
4. Tantangan mengelola emosi, aku harus benar-benar bisa mengelola emosiku agar emosi Danesh juga terkelola dengan baik dan mau bersama belajar mengerjakan tantangan demi tantangan.

Semoga segala tantangan ini bisa aku selesaikan dengan baik. Semangat menuju BunSay.. semangat menjadi Bunda Kesayangan di Sidqia Family 🤗

#prabunsay7

#transcityharmoni

#institutibuprofesional

#ibuprofesionalforindonesia

#semestakaryauntukindonesia

Misi Pos 3 Wahana Terumbu Karang (Ibu Profesional dan 4 Keterampilan Dasar Sebagai Orang Tua)

Misi Pos 3 Wahana Terumbu Karang (Ibu Profesional dan 4 Keterampilan Dasar Sebagai Orang Tua)

Misi Pos 4 Wahana Terumbu Karang

Perjalanan wisata di pos 3 kali ini disuguhi mengenai pengertian Ibu Profesional dan 4 ketrampilan dasar sebagai orang tua.

Lalu apa itu ibu profesional?? Ibu profesional adalah ibu yang bangga sebagai pendidik anaknya, menjadi pendamping anaknya dan senantiasa memantaskan diri untuk memiliki kualitas yang baik dalam mengelola keluarganya.

Tidak ada ibu bekerja ataupun tidak bekerja, karena semua ibu sama-sama bekerja. Ada yang memilih bekerja di ranah domestik dan juga di ranah publik. Keduanya sama-sama mulia, yang membedakan hanyalah kesungguhannya

~Septi Peni W~

Ibu profesional tidak melulu kita lihat dari seorang ibu yang meninggalkan pekerjaannya dan hanya fokus dengan pekerjaan domestik. Atau Ibu yang tetap bekerja di ranah publik dan memiliki jabatan tinggi, Tapi semua ibu yang bekerja di ranah domestik ataupun di ranah publik tetapi selalu berusaha meningkatkan kualitas diri dan selalu memantau, mendampingi, dan mendidik anaknya.

Dalam mendampingi dan mendidik anaknya ada beberapa transformasi, dari jaman dulu yang orang tua selalu menempatkan dirinya sebagai guru (harus digugu dan ditiru), lalu bertransformasi menjadi orang tua adalah fasilitator yang perannya hanya mendampingi anak belajar, dan sekarang di era perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang pesat ini orang tua dan anak harus bersama-sama mencari tahu dan belajar bersama anak

Dari transformasi peran orang tua terakhir ini diperlukan ketrampilan-ketrampilan, apa itu?

  1. Belajar mengelola mental stage, disini kita harus punya mental sebagai orang dewasa yang bisa berakting kapan menampakkan sisi sebagai orang tua, kapan sebagai anak. Karena mental orang dewasa ia punya fakta, data, dan problem solving
  2. Komunikasi sebaya, hindari kalimat menasihati, jadilah pendengar yang baik, sesuaikan cara berpikir/kalimat/bahasa anak
  3. Senantiasa mengupgrade diri, karena anak tidak suka orangtua yang monoton
  4. Belajar memberikan apresiasi secara spesifik, bukan evaluasi

Itulah poin-poin penting di wahana terumbu karang ini,, intinya ketika aku mau jadi Ibu Profesional maka aku harus berani berubah, dan untuk melakukan perubahan aku harus fokus dan menentukan bagian mana yang akan aku ubah. Jadilah aku harus punya target capaian setidaknya setelah mengikuti kuliah bunda sayang ini.

Lalu apa target capaian ku?? Dilihat dari strong why yang sudah aku buat di pos 2 kemarin “aku harus menyisihkan minimal 1 jam setiap harinya benar-benar membersamai anak tanpa gadget dan dengan kurikulum bermain yang sudah terencana dengan penuh senyuman” jadi target yang harus aku capai

  • Faham dan bisa praktek membuat kurikulum bermain anak
  • Praktekkan management gadget
  • Tiap hari di kalender terisi dengan sticker senyuman
  • Tidak meluapkan emosi negatif di depan anak
  • Jadwal harian dijalankan dengan baik
  • Ibadah tertib di awal waktu bersama anak
  • Faham dan bisa praktek cara memahami bakat dan minat anak

#prabunsay7

#transcityharmoni

#institutibuprofesional

#ibuprofesionalforindonesia

#semestakaryauntukindonesia

Misi Pos 2 Wahana Pesona Fauna (Core Value Ibu Profesional)

Misi Pos 2 Wahana Pesona Fauna (Core Value Ibu Profesional)

Tiba pada misi Pos 2 pra bunsay Ibu Profesional, misi kali ini berhubungan dengan core value Ibu Profesional.
Apa itu core value??
Core value dalam bahasa Indonesia berarti nilai inti, yang bermakna nilai yang ingin kita junjung tinggi dalam suatu komunitas dan dijalankan sebagai member komunitas tersebut.

Dan dalam Ibu Profesional ada 5 core value, yang biasa disebut 5B. Apa saja?
1. Belajar, miliki rasa haus akan ilmu, merdekalah untuk belajar apa yang dibutuhkan, tentukan skala prioritas untuk menghalau tsunami akan ilmu, agar kita temukan bahagia belajar.
2. Berkembang, buatlah rencana buatlah tujuan perkembangan apa yang diinginkan dalam tingkatan waktu.
3. Berkarya, hasilkan sebuah karya dari proses kita belajar dan berkembang, karya yang membuat kita bahagia. Jangan bandingkan diri kita dengan orang lain tapi bandingkan diri kita sekarang dengan diri kita kemarin dan di masa lalu.
4. Berbagi, usahakan hal yang kita bagikan harus sudah kita praktekkan.
5. Berdampak, hal yang kita bagikan itu berdampak, jika apa yang kita bagikan itu mendatangkan hal positif.

Dan misi kali ini adalah menentukan "Strong Why" kita sebagai prabunsay akan mengikuti perkuliahan Bunda Sayang Ibu Profesional. Lalu apa itu "Strong Why", bagiku mudahnya strong Why ini aku artikan sebagai alasan kuat mengapa kita ikut kelas Bunsay, atau apa sih tujuan kita masuk kelas Bunsay. Dan dalam live di Pulau Bentang Petualang bersama Sahabat WI Ika Pratidina pada tanggal 28 Juni 2021 diberikan metode yang beliau gunakan untuk menentukan Strong Why, yaitu menggunakan SMART methode.
Jadi untuk menentukan Strong Why, makan setidaknya Strong Why itu harus Spesifik, Measurable, Achievable, Relevan dan Time Bound.

Aku sendiri sebelum ikut petualangan wahana pesona fauna ini alasan ikut Bunda Sayang
pertama, karna mau ikut batch sebelumnya tapi miskom ternyata harus jadi member komponen Institut/HIMA
kedua, agar bisa mendidik anakku menjadi anak yang bahagia dunia akhirat
ketiga, tentu agar menjadi ibu yang bahagia

Tapi setelah berpetualang bersama di Wahana Pesona Fauna bawah laut, alasan-alasan itu belum memenuhi untuk dijadikan Strong Why jika menggunakan SMART methode. Belum spesifik tujuannya, tak bisa terukur, dan tidak menentukan batas waktunya.

Setelah banyak memunculkan pertanyaan dalam diriku.. Maka Strong Why yang aku pilih adalah

Setelah Kelas Bunda Sayang ini aku harus menyisihkan minimal 1 jam setiap harinya benar-benar membersamai anak tanpa gadget dan dengan kurikulum bermain yang sudah terencana dengan penuh senyuman.




PENERAPAN COC SELAMA MENJADI MEMBER IBU PROFESIONAL

PENERAPAN COC SELAMA MENJADI MEMBER IBU PROFESIONAL

#misiprabunsay7

Apa sih COC?? Clash Of Clans?? kok di Ibu profesional?? Kalimat itu yang pertama kali aku pikirkan saat pertama kali ada materi COC di kuliah matrikulasi IP batch 7. Dan ternyata setelah baca-baca materinya ternyata “COC adalah singkatan dari Code Of Conduct, yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan pedoman perilaku bermartabat, yaitu beberapa aturan yang dibuat, dipahami dan disepakati hingga menjadi komitmen bersama.” Pedoman bermartabat inipun bermacam-macam sesuai dengan komunitas yang menerapkannya. Dan untuk di Ibu Profesional ini sendiri, menurutku COC banyak menitikberatkan pada pedoman kita berinteraksi secara online, yang juga sangat relate dengan kehidupan kita sehari-hari.

Awal-awal baca materi akupun ternganga, banyak adab dunia belajar peronlinenan yang dulu banyak aku langgar, bahkan mungkin banyak orang yang melakukan. Contohnya jadi silent reader, munculnya cuma kalau lagi ada keperluan pribadi, share info dari grup sebelah yang belum dicek kebenarannya, share jualan, cerita-cerita pembelajaran online di grup sebelah, bikin grup di dalam grup buat menghindari salah satu anggota dan masih banyak lagi. Yang aku pikir-pikir lagi semua itu memang nggak etis ya.

Alhamdulillah bisa masuk ke Ibu Profesional yang membuka mataku, untuk tetap beradab meski berinteraksi hanya lewat sosmed. Lalu apa aku sudah bisa menerapkan COC dengan baik?? Tentu belum, selama berjalannya waktu selama makin sering interaksi di dunia sosmed, ternyata masih banyak yang melenceng dari COC. Kadang masih soft selling, kadang keceplosan ngomongin yang diluar grup IP, kadang masih lupa mencantumkan sumber informasi, kadang masih sering juga jadi silent reader.

Tapi sejak tahu COC alhamdulilah, sudah bisa mengerem untuk ngeforward informasi yang belum di cek 3B. Eh apalagi ini 3B. 3B ini apa itu info benar?, apa itu info baik?, apa itu info bermanfaat?. Terkait 3B inipun ada pengalaman yang membuatku benar-benar trauma. Kala itu dengan sedikit perasaan yang jengkel saya share informasi yang baru saya cek sampai tingkat 1B, memang info itu benar, tapi ternyata info itu mungkin bermanfaat untuk sebagian orang, tapi info itu tidak baik. Alhasil saya dapet teguran bahkan ancaman dari seseorang karena info yang saya share tersebut. Setelah kejadian itu saya benar-benar berhati-hati untuk share informasi. Bahkan share keseharian saya belajar dengan anak saya, meskipun itu hal baik. Tetap harus saya pilah pilah.

Sungguh COC Ibu Profesional ini harus dipelajari benar-benar selain untuk kepentingan menjadi mahasiswa Ibu Profesional, tetapi juga akan membentuk kita menjadi ibu yang bermartabat di lingkungan sekitar, yang membuat kita terhindar dari banyak konflik dalam bersosial.

#misiprabunsay7

#transcityharmoni

#institutibuprofesional

#ibuprofesionalforindonesia

#semestakaryauntukindonesia

Subur Group : Kuliner Banjarbaru yang Murah, Lengkap, dan Memuaskan

Subur Group : Kuliner Banjarbaru yang Murah, Lengkap, dan Memuaskan

Subur Group salah satu kuliner di Banjarbaru Kalsel yang menyediakan berbagai olahan seafood, ayam, daging, bakso, mie ayam dan yang lainnya.

Pilihan Kuliner dekat QMall Banjarbaru

Ketika kalian jalan-jalan ke QMall Banjarbaru, dengan niatan sekedar cuci mata. Namun dompet tipis kalau harus menikmati kuliner di QMall Banjarbaru ada pilihan kuliner Banjarbaru yang aman di dompet namun memuaskan di perut kalian. Letaknya begitu dekat dengan QMall Banjarbaru, kurang lebih hanya 5 menit berkendara dari QMall. Nama tempat makan ini adalah Pondok Makan Subur Group cabang Rahayu. Pondok makan ini beralamat di Jalan Rahayu, Loktabat Utara, Kec. Banjarbaru Utara, Kota Banjar Baru, depan SIT Qardhan Hasana. Bisa dikatakan juga ini adalah salah satu tempat yang cocok untuk yang hobi berwisata kuliner di banjarbaru.

Pondok makan ini menyediakan berbagai varian menu yang menggugah selera. Dengan harga menu makanan (per Januari 2020) dari 10ribu hingga 50ribuan. Dari menu masakan lokal hingga masakan ala western. Dengan berbagai macam pilihan lauk dari Seafood, Ayam, Bebek dan Daging. Ada juga pilihan sayurnya. Untuk yang nggak mau makan terlalu berat ada bakso dan mie ayam.

Menu lauk yang disediakan disini diantaranya :

  • Ayam RAS
  • Ayam Kampung
  • Bebek
  • Ikan Lele
  • Ikan Nila
  • Ikan Mas
  • Ikan Patin
  • Ikan Gurami
  • Ikan Bawal
  • Ikan Kakap
  • Udang
  • Cumi
  • Kepiting

Dan lauk lauk ini bisa digoreng biasa, digoreng tepung, dibakar, dimasak asam manis, atau dimasak lada hitam.

Selain menu-menu diatas ada menu Sop diantaranya Sop Ayam Kampung, Sop Buntut, dan Sop Iga. Sedangkan untuk menu westernnya ada Chicken Steak dan Beef Steak. Untuk minumannya pun beraneka ragam dari teh, aneka jus, sup buah, kopi, soda, milkshake dan lain lain.

Cukup lengkap bukan menu-menu di Subur Group ini. Ketika kalian bingung mau makan dimana, mau makan apa. Ini adalah salah satu pilihan yang bagus. Karena ada beraneka menu disini yang setidaknya ada satu yang masuk selera kalian. Kalau sekedar mau nongkrongpun bisa aja kalian cukup pesan minum ditemani kentang goreng, karena disini tempatnya terbuka, luas, dan nyaman. Ada pilihan lesehan dan kursi.

Rekomendasi Kuliner Banjarbaru untuk Keluarga

Untuk menu favorit keluarga saya disini adalah

  • Ayam Kampung / Bebek Bakar Madu, karena ayam atau bebeknya empuk dan bumbunya yang lezatpun benar benar merasuk kedalam.
  • Mie Ayam Goreng, tekstur mienya pipih home made bukan dari mie kering, dicampur ayam dan aneka sayuran. Berbeda dengan Mie goreng biasanya.
  • Bakso dan Mie Ayam, baksonya ada pilihan juga bakso goreng atau bakar, baksonya pun sangat terasa daging sapinya.
  • Sop Iga, Iganya empuk dengan kuah yang benar benar terasa rempahnya.
  • Nila Asam Manis, satu porsi Nila bisa dimakan untuk berdua. Bumbunya tidak sekedar memakai saus, ada berbagai rempah, nanas dan tomat.

Itulah salah satu rekomendasi kuliner di Banjarbaru yang insyaallah rasanya cocok di lidah semua orang. Khususnya perantauan dari Jogja seperti saya.

Produktif Itu Tak Selalu Dilihat dari Angka Rupiah

Produktif Itu Tak Selalu Dilihat dari Angka Rupiah

Tak terasa telah memasuki pekan ke 7 kelas MIIPB#7 ini, materi sudah memasuki ranah Bunda Produktif, namun aku rasa aku belum bisa masuk ke ranah ini, karena masih harus memperkuat pilarku di Bunda Sayang dan Bunda Cekatan. Masih banyak sekali PR yang belum aku selesaikan. Namun belajr itu boleh kan, sebelum memasuki ranahnya maka perlu dipelajari dulu sambil jalan.

Sepenggal kalimat diatas adalah pokok dari bagaimana mengawali menjadi seorang Bunda Produktif. Sedangkan Ciri Bunda Produktif dari Materi pekan ke7 ini, aku rangkum seperti di bawah ini.

Bunda Produktif adalah :

# Seorang Ibu yang senantiasa menjalani proses menemukan nilai penciptaannya dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya berbinar-binar

#Berikhtiar menjemput rizki, tanpa harus meninggalkan amanah utamanya, yaitu anak dan keluarga

# Tidak dinilai dengan angka rupiah melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebagai sebuah kepuasan hidup, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi ibu yang bermanfaat bagi banyak orang.

# Selalu bisa menambah syukur, menegakkan taat, dan berbagi manfaat.

Salah satu ciri menjadi seorang Bunda Produktif adalah menjalani aktivitas yang membuat matanya berbinar-binar, sebelumnya di kelas ini kami sudah diarahkan untuk mengenali diri mencari aktivitas-aktivitas yang sesuai dengan bakat kita melalui NHW, kesempatan kali ini kami mencoba mengenali bakat dengan tool yang tersedia. Berikut adalah hasil analisa bakatku melalui http://www.temubakat.com dan join.ittelkom-pwt.ac.id

Pada kelas matrikulasi ini, yang disarankan adalah kami menggunakan tes bakat melalui http://www.temubakat.com, karena IIP telah bekerjasama dengan abah rama, pemilik situs tersebut. Hal pertama kali yang menarik perhatianku adalah hal berikut.

kalimat “pasti ada jalan dan atau cara yang lebih baik” seolah benar-benar menggambarkan bagaimana diriku. Aku baru sadar, begitulah aku. Contohnya saat mengerjakan administrasi rapot K13 kala masih mengajar setahun yang lalu. Aku hanya mendapat format mentah untuk rapot tersebut dan akan sangat merepotkan kalau mengisi di format mentah tersebut, namun aku tidak berhenti disitu aku cari cara mengubah format mentah tersebut jadi lebih manusiawi untuk dikerjakan. Kalimat Senang Melayani, ya mungkin salah satu kalimat yang mewakili kesukaanku dalam mengajar dan berorganisasi. Lebih suka jadi panitia daripada jadi peserta. Bahkan pernah suatu kali, aku menjadi panitia lomba dikala teman-temanku menjadi peserta lombanya.

Hasil Tes Bakat Selanjutnya

Mengapa disini aku sisipkan juga hasil tes bakat dari ittelkom, karena aku tertarik dengan hasil no.1 dan no.3, serta aku rasa banyak kemiripan dari hasil tes diatas. Saat membaca hasil tes bakat dari temubakat aku heran mengapa bisa bakat pertamaku adalah designer, dan ketika aku coba di ittelkom aku dapatkan hasil yang sama. Lalu aku mulai flashback, ada tidaknya aktivitasku yang sesuai dengan bakat designer. Akupun menemukan beberapa :

  • Saat SMP pernah mendapat nilai terbaik dikelas menggambar sketsa batik parang rusak.
  • Saat SMA memilih mapel seni musik karena guru seni rupa terlihat killer, dan di seni musik tak bisa apa-apa. Sedangkan melihat tugas teman-teman yang ikut senirupa sangat antusias, selalu membantu memberi ide teman yang ikut senirupa, dan ikut mencoba membuat tugas anak-anak senirupa
  • Saat kuliah dua kali mendapat nilai terbaik dikelas saat membuat sketsa media pembelajaran berbasis IT.
  • Sangat senang mengikuti mata kuliah strategi pembelajaran matematika materi membuat alat peraga.
  • Dua kali menjadi asisten dosen untuk membantu adik tingkat membuat proyek alat peraga.
  • Senang kalau diberi kepercayaan membuatkan selebaran, undangan, ataupun semacamnya.
  • Selalu lama memikirkan desain pos blog ini saat mengerjakan NHW. 😦

Aah sebanyak itu dan masih ada beberapa tapi aku baru sadar sekarang. Terimakasih IIP. Bahkan di NHW checklist aku menuliskan mau membuat Bussy book untuk anakku, membuat alat peraga lagi untuk menjadi bermanfaat untuk lingkungan sekitar.

Untuk bakat menjadi pendidik itu sangat sesuai dengan NHW 1 sampai dengan NHW 6. Aku sangat ingin bermanfaat di lingkungan sekitar melalui jalan pendidikan.

Sedangkan bakat yang lain yang tertulis di atas, aku akan coba ungkap lebih dalam lagi apakah memang benar ada dalam diriku.

yang terakhir adalah tugas agar kami menjalankan aktivitas sehari-hari dengan mata berbinar.

belum semua masuk sih, tapi setidaknya sudah mewakili. Semoga yang tidak bisa segera benar-benar bisa aku lakukan. Karena pripsipku bisa atau tidak bisa itu tergantung kemauan kita. Asal kita mau belajar dari Tidak Bisa Insyaallah akan menjadi Bisa. Masih banyak cara lain, masih ada banyak jalan untuk Bisa.

Okiria Uswatun Hasanah

#Regional_KalSel

#semualulusbareng

#InstitutIbuProfesional

#Matrikulasibatch7

#NHW7

#RejekiItuPastiKemuliaanHarusdiCari

Suksesmu Berawal dari Rencana Harianmu

Suksesmu Berawal dari Rencana Harianmu

Pekan ini, di kelas MIIPB7 ini kami diingatkan kembali untuk memperbaiki dan memperbaharui niat. Sebenarnya apa motivasi kami memilih peran yang kami pilih saat ini. Hanya asal kerja untuk menggugurkan kewajiban yang sering berujung pada kejenuhan atau motivasi kompetisi yang membuat stress karena kesuksesan orang lain atau karena panggilan hati yang membuat kita bergairah dalam menjalani peran tanpa keluhan.

“Belajar menjadi manajer keluarga yang handal.” Inilah tugas yang diberikan kepada kami kali ini.
Mengapa menjadi manajer keluarga yang handal? Karena hal ini akan mempermudah kami untuk menemukan peran hidup kami dan semoga mempermudah kami mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.

Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS. Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak pernah ada habisnya membuat kita merasa sibuk terus, sehingga seolah tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri, meningkatkan kompetensi diri, sehingga tercapailah sebuah peran.

Untuk menjadi manajer keluarga yang handal, maka perlu perencanaan harian. Dan di bawah ini perencanaan harianku. Diawali dengan menuliskan 3 aktivitas penting dan 3 aktivitas tak penting.

Cara Belajar yang Gue Banget

Cara Belajar yang Gue Banget

Minggu ini serasa kurang maksimal mengikuti perkuliahan di kelas MIIPB7, si kecil kalau mamanya pegang hp, sibuk mau ikut megang juga. Jadi aku pilih nggak pegang hp kalau si kecil nggak tidur. Dan setiap jadwal Diskusi si kecil belum tidur, akhirnya mama ngalah dulu, hp dijauhin, buka diskusi lewat Whatsappweb di netbook, jadi SR (silent reader). Dan selalu ada aktivitas manjatnya (scrool up chat). Tugas kali ini adalah membuat desain pembelajaran yang gue banget, sebagai lulusan prodi pendidikan seharusnya nggak terlalu sulit untuk ini, tapi membuat untuk siswa rasanya beda untuk diri sendiri. Kembali cari cari apa sih pengertian desain pembelajaran?, apa sih komponen-komponennya?, ketika buku buku masa kuliah masih di Jogja, akhirnya google yang aku andalkan. Dari blog ini ( Desain Pembelajaran )cukup membuka kembali memoriku selama kuliah.
Definisi desain pembelajaran menurut Morison, Ross, dan Kemp yang mendifinisikan bahwa istilah desain mengandung pengertian membuat atau mengembangkan pola, membuat atau mengembangkan rancangan. Jadi desain pembelajaran mengandung pengertian membuat pola atau rancangan pembelajaran. Pola atau rancangan dimaksud disusun secara sistematis sedemikan rupa, sehingga proses pembelajaran berlangsung secara optimal dalam arti tujuan pembelajaran tercapai sesuai dengan yang diharapkan.
Dari beberapa model desain pembelajaran, aku lebih memilih model kemp seperti berikut :
Menurut Miarso dan Soekamto, model pembelajaran Kemp dapat digunakan di semua tingkat pendidikan, mulai dari Sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Ada 4 unsur yang merupakan dasar dalam membuat modelKemp:
  • Untuk siapa program itu dirancang? (ciri pebelajar)
  • Apa yang harus dipelajari? (tujuan yang akan dicapai)
  • Bagaimana isi bidang studi dapat dipelajari dengan baik? (metode/strategi pembelajaran)
  • Bagaimana mengetahui bahwa proses belajar telah berlangsung? (evaluasi)
4 unsur diatas yang menjadi pedomanku membuat desain pembelajaran, tapi dalam desain belajarku aku menambahkan niat, waktu, dan sumber belajar. Seperti di bawah ini

Semoga desain belajar ini bermanfaat bagiku dan keluargaku.


Okiria Uswatun Hasanah #Regional_KalSel #semualulusbareng #InstitutIbuProfesional #Matrikulasibatch7 #NHW5 #BelajarCaraBelajar
Ayo, Segera Tetapkan Titik 0 km Mu!

Ayo, Segera Tetapkan Titik 0 km Mu!

Masuk pada pekan ke~4 kelas MIIPB#7. Materi kali ini adalah Mendidik dengan kekuatan fitrah. Dalam diskusi dikelas matrikulasi, Bunda Febrin (Fasilitator kami) menjelaskan poin-poin dalam mendidik dengan kekuatan fitrah, seperti berikut ini :

Setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah. Pendidikan berbasis fitrah (FBE) pada dasarnya adalah mendidik anak sesuai dengan fitrah yang dimiliki. Memahami anak-anak dengan mudah, yaitu memperbaiki fitrah anak.

Apa itu fitrah?
_Fitrah adalah apa yang menjadi kejadian atau bawaan manusia sejak lahir._
Pengertian fitrah terkait sistem dengan hal-hal yang disetujui (bawaan) Ada empat fitrah utama yang dibahas dalam penerapan FBE, yaitu fitrah keimanan, fitrah belajar, fitrah bakat dan fitrah seksualitas.

Fitrah Keimanan

Fitrah beragama, fitrah bertuhan, fitrah kesucian, fitrah “malu”, fitrah “harga diri”, fitrah spiritual, fitrah berakhlak dan fitrah moral. Masa keemasan fitrah ini adalah pada usia 0-7 tahun. Pada usia ini, anak-anak pada masa di mana berada dan abstraksi berada pada puncaknya, alam bawah sadar masih terbuka lebar, jadi imaji tentang Allah, tentang Rasulullah, tentang kebajikan mudah dibangkitkan pada usia ini. Namun, tidak menggunakan metode doktrinisasi, dapat diterima melalui kisah inspiratif tentang kemenangan, budi pekerti, semangat kepahlawan dan rasa persaudaraan sesama manusia.

Fitrah Belajar

Setiap anak adalah pembelajar tangguh dan hebat. Usia emas fitrah belajar tergantung pada usia 7-12 tahun. Usia 7-12 tahun perkembangan anak pada otak kanan dan otak kiri sudah berkembang seimbang, ego sentris telah berkembang menuju sosiosentris sehingga mulai terbuka pada pengembangan dunia luar. Perkembangan indera sensori sudah tumbuh dengan sempurna.

Fitrah Bakat

Setiap anak adalah unik, mereka memiliki sifat bawaan masing-masing. Sifat bawaan yang unik berkaitan dengan keperibadian karena sifatnya melekat dan menjadi karakter kinerja. Kepribadian yang produktif inilah yang disebut dengan bakat. Fitrah bakat mencapai puncak pada kemasan 10-14 tahun. 10-14 tahun anak-anak sedang menunggu masa dewasa.

Fitrah Seksualitas

Fitrah seksualitas adalah cara berpikir seseorang, percaya dan cocok sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau perempuan sejati. Pendidikan fitrah seksualitas Tentu berbeda dengan pendidikan seks. Tujuan pendidikan fitrah seksualitas ini adalah membuat anak tahu identitasnya seksi, anak mampu sesuai dengan identitasnya dan membuat anak mampu mempercayai kebenaran dari kejahatan .

Seperti biasa, habis materi terbitlah NHW. NHW kali ini lebih kepada kita mereview NHW sebelumnya. Mudah memang, tapi bagian akhir tugas perlu peras otak untuk menjawabnya.😂

  • Apa Kabar dengan Jurusan Pilihanmu?

Untuk jurusan pilihanku yang ada di NHW#1 insyaallah akan tetap pada jurusan itu. Sempat terpikir apakah harus pindah khusus ke pendidikan Ibu?. Lama-lama aku pikir, bagiku Pendidikan Ibu itu adalah mata kuliah dari Pendidikan Wanita Sholehah, jadi aku akan tetap mantap belajar di jurusanku ini.

  • Apa Kabar dengan Checklist Harian yang Kamu Buat?

Untuk checklist harian yang aku buat insyaallah masih jalan aku isi, walau kadang aku isi 2 hari sekali. Masih susah bagiku membiasakan lagi mengisi checklist. Awalnya aku masih mengisi di Spread Sheet, tapi karena aku rasa tampilannya kurang menarik dan kurang simpel, akhirnya aku coba mencari-cari aplikasi yang simpel dan cocok untuk checklistku, akhirnya aku dapat Loop Habbit Tracker. Untuk isinya setelah mendapat materi Mendidik dengan Kekuatan Fitrah, dan mendapat tambahan ilmu dari Bunda Febrin seperti ini :

Pad fitrahnya bayi bangun pasti sebelum subuh. Tp karena ortu maunya menyelesaikan pekerjaan maka anak ditidurkan lagi. Itu salah satu yg disebut dng penyimpangan fitrah anak.
Nah nanti Masalah timbul saat anak beranjak baligh. Susah bangun saat subuh shg sholat pun susah.

Aku tersadarkan dan perlu memperbaiki beberapa checklistku. Karena setelah mendapat ilmu itu aku memperhatikan anakku ternyata setiap waktunya sholat ketika dia sedang tidur, maka dia bangun. Bahkan, jika dia tidur sehabis maghrib, maka jika waktu Isya’ tiba dia akan terbangun.

Lalu setelah mengikuti kuliah umum di telegram dan membaca tulisan Bunda Elma Fitria mengenai Me Time seperti ini :

Jadi Me Time yang saya sarankan adalah Me Time yang menyalurkan dorongan bakat kuat ini. Inilah Me Time yang benar, Me Time yang akan Flourishing.

Inilah Me Time yang Bunda perlukan. Me Time seperti ini membuat kita mekar berkembang, tanpa rasa was was dan bersalah.

Belum tentu Me Time yang benar itu berarti tidak ada kaitannya dengan urusan rumah tangga dan mengasuh anak. Karena itu sangat tergantung apa bakat kuat Bunda.

(lihat di : https://elmafitria.wordpress.com/2017/09/19/me-time-sambil-mengurus-anak-dan-rumah-mungkinkah/)

aku juga akan memperbaiki checklist me timeku, karena aku rasa me time ke salon tidak akan membuatku merasa lebih fresh.

  • Apa Misi Hidupmu?

Kalau aku kembali ke NHW#3 aku dan ditanya lagi apa misi hidupmu, sejujurnya sekarang yang aku bisa jawab hanya ingin menjadi orang baik. Tapi aku tahu definisi orang baik itu luas. Orang yang jika bertemu orang lain lalu tersenyum dengan ramah pun akan dibilang orang baik. Tapi selama ini aktivitas yang aku sukai adalah mengajar, mendidik anak anak, sharing ilmu kepada mereka. Bahkan hal ini sudah aku jalankan sejak masih SD. Atau mungkin ini termotivasi, atau sudah tertanam dalam benak pikiran salah satu perkataan guru ngajiku dulu yang aku memanggilnya Rama’ (Romo: Bapak) yang bernama Bp. Djamhuri. Beliau pernah berkata:

dari itu sementara ini, hanya ini yang bisa aku tuliskan:

dalam bahasa jawa : “Aku mulang kowe ora njaluk opah opo-opo, tapi aku reti opo sik tak wulangke njut kok gunakke, terus kok wulangke meneh, ngono terus tekan murid-muridmu sesuk. Insyaallah iku bakal dadi ngamalku sik rabakalan pedot.”

dalam bahasa Indonesia : “Aku mengajar kamu nggak minta upah apa apa, tapi aku tahu apa yang aku ajarkan, lalu kamu gunakan, lalu kamu ajarkan lagi, seperti itu terus sampai murid-muridmu besok. Insyaallah itu akan menjadi amalku yang tidak akan putus”

  1. misi hidup : memberikan ilmu yang bermanfaat untuk anak-anak
  2. bidang : pendidikan anak
  3. peran : pendidik
  • Ilmu apa yang akan kamu siapkan untuk misi hidupmu itu
  1. Seorang anak harus mengenal, mencintai Tuhannya karena semua orang akan kembali kepada-Nya, oleh karena itu ilmu pertama yang harus aku kuasai adalah Ilmu Agama
  2. Karena untuk dapat mendidik seorang anak, anak harus merasa nyaman dengan ibunya, oleh karena itu ilmu kedua yang ingin aku kuasai adalah  Ilmu Seputar Pengasuhan Anak
  3. Karena untuk mendidik anak menjadi anak yang hebat maka harus ada ibu yang hebat juga, ibu yang bisa mengenali diri, bisa membagi waktu untuk bermain bersama, maka dari itu ilmu ketiga yang ingin aku kuasai adalah Ilmu Manajemen Waktu dan Pengelolaan Diri
  4. Sebelum mengajar, mendidik kita juga harus mengenali terlebih dahulu gaya belajar setiap anak, mengenali minat dan bakatnya, dan mencari tahu metode-metode belajar yang menarik untuk anak yang membuat anak semangat untuk belajar karena senang belajar bukan karena paksaan. Maka ilmu keempat yang harus dikuasai adalah Ilmu tentang gaya belajar, metode belajar mengajar, dan tentang minat bakat.
  5. Ilmu kelima yang harus dikuasai adalah Ilmu tentang berbagi manfaat ke orang banyak, karena misi hidup yang saya tuliskan adalah memberikan ilmu yang bermanfaat untuk anak-anak.
  • Bagaimana Milistonemu untuk menguasai ilmu-ilmu tersebut?

untuk menguasai ilmu-ilmu itu aku tetapkan 0km ku di umur 26 ini. Milistone yang aku tetapkan untuk menguasi ilmu-ilmu diatas adalah sebagai berikut :

  1. KM 1 – KM 2 (tahun I) : menguasai Ilmu-Ilmu seputar pengasuhan anak.
  2. KM 2 – KM 3 (tahun II) : menguasai Ilmu-Ilmu manajemen wakyu dan pengelolaan diri.
  3. KM 3 – KM 4 (tahun III & IV) : menguasau ilmu-ilmu gaya belajar anak, metode belajar dan mengajar, dan mengenai minat dan bakat)
  4. KM 4 – KM 5 (tahun V) : menguasai ilmu-ilmu tentang berbagi manfaat ke banyak orang

Mengapa ilmu agama tidak dicantumkan, karena menurut saya ilmu agama itu harus di cari sepanjang hayat. Setiap KMnya saya akan terus belajar mengenai ilmu agama.

  • Apakah kamu sudah cantumkan waktu belajarmu untuk menuntut ilmu-ilmu tersebut dalam checklistmu?

Aku sudah cantumkan waktu-waktu untuk belajar, akan tetapi belum spesifik. Insyaallah checklist akan ku perbaiki lagi

  • Lakukan, lakukan, lakukan

Setiap kali ku berpikir akan melakukan sesuatu, dan muncul keragu-raguan. Aku selalu tanamkan dalam benakku “Mulailah saja, kalau kamu tak pernah memulai kamu nggak akan pernah tahu itu berhasil atau tidak”. Bismillah aku akan memulai 0KM ku mulai detik ini.

Okiria Uswatun Hasanah

#Regional_KalSel

#semualulusbareng

#InstitutIbuProfesional

#Matrikulasibatch7

#NHW4

#MendidikDenganKekuatanFitrah

Kenali Diri, Kenali Kamu, Kenali Dia, Kenali Mereka

Kenali Diri, Kenali Kamu, Kenali Dia, Kenali Mereka

Masuk minggu ke 3 kelas MIIPB#7, materi kali ini lumayan bikin baper, mengaduk aduk perasaan dan mengaduk aduk masa lalu.
Materi minggu ini adalah Membangun Peradaban dari Dalam Rumah, awal membaca judulnya yang terlintas dalam pikiran adalah wah materi ini bakalan berat. Beberapa point penting yang aku dapatkan dari materi kali ini adalah :


Pertama :
Belajarlah memaafkan masa lalu kesalahan orang tuamu yang membuatmu sakit hati/dendam. Cintailah, hormatilah beliau dengan tulus. Karena “Orang yang belum selesai dengan masa lalunya, akan menyisakan banyak luka ketika mendidik anaknya kelak.”
Kedua :
Kenali dengan baik keluargamu dan lingkunganmu. Carilah jawaban Apa alasan Allah menjadikanmu seperti sekarang. Apa gunamu di muka bumi ini?
Ketiga :
Jangan kamu mencetak anakmu sesuai keinginanmu, tapi didiklah anakmu sesuai kehendakNya. Ingat juga “Perlu orang sekampung untuk mendidik seorang anak”, karena kita harus mendidik anak selaras dengan bakatnya, potensi unik alam sekitar, kearifan lokal, dan potensi komunitas di sekitar kita. (sumber : _tim matrikulasi MIIPB#7, Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah, tanggal akses 12 Februari 2019)

Sungguh materi ini harus benar benar aku pahami lebih baik lagi. Mendapat materi ini seperti tiba tiba ada cahaya terang yang menunjukkan jalan di tengah ketersesatanku yang baru mulai membangun keluarga kecilku ini.
Seperti biasa, Habis Materi Terbitlah NHW. Cukup speechles dengan NHW kali ini. NHW kali ini menguji pengamatan kita, mengenali dengan mata, pikiran, dan perasaan. Apa yang perlu dikenali? Berikut jawabannya :
  1. Kenali Diri
Dalam hal mengenali diri, aku rasa sudah beberapa kali melakukannya waktu di bangku sekolah salah satu tugas tugas dari guru BK saya, dan waktu makul psikologi pendidikan di bangku kuliah. Tapi aku rasa aku belum pernah sungguh-sungguh melakukannya, hanya sebatas asal selesai mengerjakan tugas agar dapat nilai. Setelah masuk di IIP ini baru aku benar benar memikirkan, meresapi, apa sebenarnya potensiku?. Dengan bermodalkan jawaban Bunda Febrin (Fasilitator kelas MIIPB7 kalsel)
Menganalisa bakat anak dengan talent mapping bisa dengan mengamati . Pedoman nya 4 E. Yaitu anak merasa enjoy, easy, exelen dan earn thd apa yang dilakukannya.
Walaupun sebenarnya potensi dan bakat itu berbeda.
Menurut KBBI
P otensi diartikan sebagai kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan; kekuatan; kesanggupan; daya, sedangkan
Bakat ialah dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yang dibawa sejak lahir.
Akan tetapi dari arti diatas bakat dan potensi saling berkaitan, atau dapat diartikan bahwa bakat itu potensi yang dibawa sejak lahir. Sehingga metode talent mapping aku rasa bisa juga untuk mengenali potensiku.
Dari paparan bunda, untuk mengetahui potensi maka aku harus mengetahui kegiatan yang disukai (Enjoy), mudah dikuasai (Easy), hasilnya bagus (Excellent) dan
bermanfaat (Earn), Jadi menurutku ada beberapa, akan tetapi yang mudah aku jabarkan hanya satu, yaitu

Mengajar

Aku sudah memulai kegiatan ini mungkin sejak SD kelas 5. Dimulai di tempatku belajar membaca Al-Qur’an. Karena banyaknya santri, dan guru ngajiku cuma 1, setelah aku khatam Al-Qur’an sembari aku setor hafalan juz 30, guru ngaji memintaku membantu mengajar adik adik yang masih IQRO’. Lalu setiap bulan puasa juga ikut mengajar TPA di masjid. Saat SMP menjadi anggota Dewan Penggalang dan ikut mengajar pramuka kelas dibawahku. Mulai kelas 1 SMA sampai lulus kuliah dipercaya mengajar les matematika dan mengajar pramuka di beberapa SD dan SMP. Itu semua karna dari SD, dua kegiatan yang aku suka adalah saat pelajaran matematika dan pramuka. Bahkan saat SMA pernah suatu saat hanya ada 15 siswa(aku sapah satunya) dari hampir 200 siswa yang seharusnya wajib ekskul Pramuka. Mungkin potensiku memang disini mengajar Matematika dan Pramuka. Untuk mengajar matematika alhamdulillah aku memang sudah menempuh perkuliahan di pendidikan matematika. Akan tetapi untuk pramuka untuk menjadi pembina seharusnya sudah pernah mengikuti KMD, sayangnya hal itu belum mendapat kesempatan. Walopun sekarang aku diminta suami untuk fokus dirumah mendidik putriku, aku akan tetap mengembangkan potensiku ini untuk mendidik putriku dengan ilmu2 kepramukaan yang mengajari kemandirian, kreatif, disiplin, empati, sigap, dan lain lain. Sedangkan untuk potensiku di bidang matematika aku harap suatu saat bisa membuat media pembelajaran matematika yang dapat membantu siswa belajar matematika dengan lebih enjoy, serta memiliki sebuah rumah belajar matematika. Amiin.

2. Kenali Kamu (Suami)Untuk lebih mengenali suami, kami diminta membuat surat cinta untuk suami dan menuliskan bagaimana responnya. Mengenai surat cinta untuk suami sebenarnya aku beberapa kali membuatnya. Apalagi di awal awal pernikahan kami. Saat suami tugas di luar kota, setiap malam aku menulis surat di buku harianku. Akan tetapi tidak semua surat itu aku minta beliau membacanya. Dari beberapa surat yang pernah aku berikan ke beliau sebenarnya aku bisa menebak respon apa yang akan beliau berikan, yaitu Diam saja dan saat ditanya mana jawabannya “Aku bingung mau jawab apa”. Memang beliau bukan tipe orang yang mudah merangkai kata, bukan tipe suami yang mudah menyusun kata manis untuk istrinya.
Kali ini aku kembali menulis surat cinta untuk beliau, aku pilih dengan cara tulis tangan karna menurutku lebih cepat, karena harus segera fokus dengan putriku yang baru berumur 7 bulan. Walaupun sampai tiga kali surat aku sobek karena dirasa kurang pas. Hari itu beliau pulang menjelang adzan Maghrib, minum teh sebentar, menggendong putri kami sebentar, lalu mandi. Ketika beliau mandi aku taruh surat itu di meja tempat biasa beliau sibuk dengan laptopnya. Lalu aku masuk kamar bersama putriku, aku malu kalau melihat beliau membaca surat itu. Sampai sudah waktunya tidur, beliau tak berkomentar apapun. Akhirnya aku yang menanyakan dan benar saja, beliau cuma beri pelukan dan bilang “aku bingung mau jawab apa”. Tapi setelah lama aku paksa, beliaupun memberikan jawaban singkat yang membuatku berkaca-kaca. “Makasih ya mah, sholate tambah tepat waktu, tambah sik sabar le ngrawat, le ndidik Danesh (putri kami)”. Jawaban simpel, tapi mencakup semua.

3. Kenali Dia (putriku)Dialah alasan utama aku ikut perkuliahan IIP ini. Aku ingin mendidiknya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan bakatnya, bukan memaksakan dia harus bisa ini itu. Dia baru mau menginjak 8 bulan. Untuk mengenali potensinya masih terlalu sulit. Tapi yang bisa dilakukan adalah mengamati aktivitas yang disukainya, aktivitas yang membuatnya enjoy. Seperti jawaban bunda Febrin atas pertanyaanku
Potensi anak dibawah 1 tahun mungkin belum terbaca tapi bisa dicatat Mbak. Misalnya : anak sudah tahu dengan mainan. Ada anak2 yang suka eksplorasi shg mainannya cepat rusak. Bisa jadi anak punya potensi utk menganalisa. Atau ada anak yang tidak pernah merusak mainannya , cmn dipegang2 saja. Bisa jadi anak punya potensi utk merapikan benda di sekitarnya.

Sebenarnya sejak bayi sudah bisa terlihat kelebihan2 anak. Apakah anak itu mudah diasuh, sulit diasuh, mudah diajarkan pola tidur, makan dll itu semua bagian dari kelebihan anak Untuk potensi yang menyangkut kecerdasan majemuk bisa diamati mulai usia 2-3 tahun. Kita sendiri yang harus mengamati dan menerima kelebihan dan kekurangan anak kita. Tidak ada tips yang lebih baik selain mengamati dengan hati setiap sikap anak kita sebagai bagian dari kebaikannya. Setiap anaknitu fitrahnya baik. Kadang kita saja yang melabelinya buruk shg terbunuhlah fitrah baik itu. Anak yang tidak bisa diam kita anggap sebagai kekurangan padahal itu adalah kelebihannya memiliki kecerdasan kinestetik.
Putriku bukan anak yang rewel. Alhamdulillah dari hamil hampir tidak pernah ada keluhan, bahkan tanda tanda kehamilan yang biasa orang rasakan seperti mual tidak pernah aku rasakan. Sampai sekarang menginjak usia 8 bulan, Alhamdulillah hampir tidak pernah rewel. Untuk pola tidur, kalau ada papanya dirumah dia memang akan tidur larut malam. Tapi entah kenapa setiap papanya keluar kota, dia tidur lebih awal. Dari beberapa mainan yang kami belikan, dia justru lebih tertarik dengan benda-benda kesehariannya botol minyak, bedak, alat tulis papa mamanya, dan lainnya. Yang paling terlihat darinya, dia lebih antusias diberikan buku. Kala dia menangis atau merengek kadang mudah didiamkan dengan dibacakan buku. Saat aku menulis dan dia diberi mainan, maka dia akan lebih memilih mendekatiku merebut bukuku. Memang kebiasaan membaca ini aku coba tanamkan sejak dia lahir, setiap malam aku bacakan satu buku bundling dari rabbithole. Karena bahkan kata pertama alqur’an yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah “Iqra” Bacalah. Selain suka pada buku, dia juga suka diajak travelling. Dia tidak pernah menangis ketika diajak pergi jalan-jalan, kecuali saat haus minta minum. Bahkan ketika diajak pulkam ke Jogja. Perjalanan pesawat dilewati dengan mudah, walopun butuh satu hari untuk mau digendong mbah, om, bulek, dan kakak kakaknya, adaptasi dengan lingkungannya. Dia juga berbinar binar setiap diajak jalan jalan ke alam, melihat hewan, hijaunya dedaunan, warna warni bunga, bermain air. Semoga kelak ia suka membaca, tak hanya membaca tulisan, tapi membaca alam sekitar, membaca kekuasaan Allah dari segala ciptaannya di alam ini. Masih banyak waktu dalam mengenali bakatnya, masih butuh banyak sekali yang harus dicatat untuk tau potensinya. Aku akan lakukan itu dengan sabar.

4. Kenali mereka (lingkungan sekitar)
Sekarang aku ada di rumah kontrakan yang ketiga selama ikut suami merantau ke tanah borneo ini. Rumah pertama waktu itu berada di luar komplek tidak ada tetangga satu pun, tapi jalan depan rumah cukup ramai. Disini pertama kalinya dalam hidup tinggal di rumah yang belakangnya rawa. Suasana yang sangat baru bagiku. Tiap hari hanya dirumah menunggu suami pulang, tak punya kenalan, tak ada kendaraan. Setelah tadinya di Jogja, rumah bisa dikatakan hanya sebagai tempat numpang tidur. Tapi aku bersyukur aku bisa merasakan hidup seperti itu, bisa lebih fokus belajar mengurus rumah itu seperti apa. Lama lama bosan tak punya tetangga, akhirnya pindah masuk ke kompleknya. Tidak ada rawa lagi di dalam rumah, belakang rumah cukup luas. Disini sedikit sedikit aku belajar bertanam sayur. Mulai ada tetangga kanan kiri walaupun hanya dua. Karna di satu gang ini yang lain hanya rumah singgah dan kosong. Disini aku mulai sedikit belajat bahasa banjar dari orang perantauan juga, jadi tidak terlalu keteteran kalau diajak ngobrol. Saat disini aku dapat kesempatan mengajar di salah satu SDIT ternama di Banjarbaru (disini tempatku banyak menambah kosa kata bahasa banjar), karna jaraknya jauh dan waktu itu aku sedang hamil akhirnya aku pindah lagi mendekati sekolah sampai sekarang. Disini sebenarnya perumahan yang ada di area kampung, jadi lebih ramai dan depan belakang kanan kiri ada tetangga. Tapi karna jam kerjaku pukul 07.00 sampai 16.30 bahkan bisa sampai menjelang maghrib, aku belum begitu kenal dengan tetanggaku. Baru setelah melahirkan aku stop mengajar di SDIT dan baru mulai mengenal mereka. Aku bersyukur disini kebanyakan masih orang keturunan jawa. Jadi aku tidak terlalu mengalamai shock culture . Tapi beberapa disini adalah Janda. Aku belajar kesetiaan dari nenek yang janda karna suaminya meninggal, sampai sekarang beliau setiap pagi masih melakukan kegiatan yang biasa beliau lakukan dengan suaminya. Yaitu mencabuti menyapu halaman, sambil menyabuti rumput. Aku belajar bagaimana menjadi single parent dari nenek yang janda karna dulu bercerai dengan suaminya saat anak masih SD. Aku belajar toleransi, disini walaupun berbeda agama mereka saling silaturrahim saat hari raya umat islam maupun kristen, tanpa mengucapkan selamat. Hanya datang berkunjung, menikmati jamuan, dan ngobrol seperti biasa. Karna sebelumnya aku tinggal di dusun dengan semua warganya islam. Aku belajar kesabaran dari seorang istri yang belum diberikan amanah seorang anak selama hampir 10 th pernikahan, dan aku bisa berbagi pengalaman program hamil dengannya karna aku menunggu 2 tahun juga untuk mendapatkan buah hatiku ini. Sungguh Allah memang perencana terbaik. Aku bersyukur berada di tempat ini. Aku juga ingin mengikuti kegiatan ibu-ibu disini, dan lebih banyak belajar dari mereka dan lebih banyak berbagi pengalaman dan ilmu. Salah satunya ilmu merekap data menggunakan komputer. Pernah sekali tetangga meminta bantuan memasukkan data KK anggota anggota Dasa Wisma, ke Ms.Excel. Dari situlah aku berpikir mungkin aku bisa membantu lebih banyak lagi.


Sementara ini seperti itulah bagaimana aku mengenali diriku dan orang orang disekitarku. Tapi aku masih belum puas dalam mengenali passion. Aku akan lebih mendalami apa itu Talent Mapping, berharap aku  benar benar tahu passionku dan mengbangkannya agar lebih bermanfaat.

Okiria Uswatun Hasanah

#Regional_KalSel

#semualulusbareng

#InstitutIbuProfesional

#Matrikulasibatch7

#NHW3

#MembangunPeradabanDariDalamRumah